Dan Brown: Digital
Fortress (Benteng Digital)
* RZXZ RDMZMF JHSZ ADQSDLT = SAYA
SENANG KITA BERTEMU
* Moto: segalanya mungkin. Hal-hal
yang kelihatannya tidak mungkin hanya membutuhkan waktu yang lebih panjang.
* Banyak tangan membuat pekerjaan
menjadi mudah.
* Kau tidak bisa menggapai bintang
jika kakimu sakit.
* Ada lebih banyak hal di langit
dan di bumi daripada yang dapat diimpikan dalam filosofimu. - Shakespeare
* “Quis custodiet ipsos custodes?”
---
“Itu bahasa Latin,” kata Hale.
“Dari Satir Juvenal. Artinya 'Siapa yang akan mengawasi sang pengawas?'“
* “Keine
Ursache.” (No Problem; No at all)
* “Selalu ada yang pertama kali
untuk segala hal.”
* Kengerian bisa melumpuhkan
* Suara seorang profesor strategi
militer sewaktu Hale masih berada di marinir memberinya jawaban:
Gunakanlah
kekerasan, suara tersebut mengingatkan, dan kau akan merasakan perlawanan.
Tetapi jika kau bisa meyakinkan seseorang untuk berpikir seperti yang kau kehendaki,
kau akan mendapatkan seorang sekutu.
* Bayangan wanita lain bukanlah
tempat bagi Bev untuk menghabiskan hidupnya.
* “Tenang, Jabba,” perintah sang
direktur. “Cepat beri tahu kami, seberapa ganasnya virus ini?”
Jabba menatap
sang direktur agak lama, dan tanpa peringatan, tawanya meledak.
“Virus?” Suara
tawanya yang serak bergema ke seluruh ruang bawah tanah itu, “Apakah itu yang
Anda anggap sedang terjadi?”
Fontaine tetap
tenang. Kekurangajaran Jabba sudah melewati batas, tetapi dia sadar bukan saat
dan tempatnya sekarang untuk menangani masalah itu. Di tempat ini, Jabba lebih
berkuasa daripada Tuhan. Masalah-masalah komputer tidak bisa ditangani dengan serangkaian
perintah normal.
* “Lalu apa yang sedang terjadi?”
tanya Fontaine, “Kupikir kita terserang virus.”
Jabba menarik
napas panjang dan merendahkan suaranya, “Virus katanya sambil mengelap keringat
dari wajahnya, “Virus bisa bereproduksi. Mereka menciptakan klon. Virus itu
congkak dan bodoh, rangkaian biner yang egois. Virus menghasilkan anak lebih
cepat daripada kelinci. Itu kelemahan virus kau bisa mengawin silangkan sebuah
virus sampai musnah kalau tahu caranya. Sialnya, program ini tidak egois dan
tidak merasa perlu untuk bereproduksi. Program ini mampu berpikir jernih dan
terfokus. Sebenarnya, kalau program itu sudah menyelesaikan tugasnya di sini,
dia akan membunuh dirinya sendiri secara digital,” Jabba menunjuk ke arah
kekacauan yang tampil pada layar besar di belakangnya. “Para hadirin,” Jabba
mendesah. “Perkenalkan penyusup komputer yang bisa melakukan kamikaze, si
cacing...”
* “Cacing,” kata Jabba dengan
marah, “Tidak ada struktur yang rumit. Hanya naluri makan, buang air, merangkak.
Seperti itu. Sangat sederhana. Sederhana dan mematikan. Ia melakukan apa yang
sudah diprogram untuk dilakukannya dan kemudian keluar.”
* “Direktur,” kata Jabba,
“Sekarang, Ensei Tankado menguasai bank data ini! Berikan apa pun yang dia inginkan.
Jika dia ingin dunia tahu tentang TRANSLTR, hubungi CNN, dan bukalah segalanya.
Lagi pula, sekarang TRANSLTR hanyalah sebuah lubang di tanah apa peduli Anda
sekarang?”
---
* Ia (Hercule Poirot, red) berhenti sebentar dan melihat ke
catatannya.
Japp berbisik kepada Norman, “Ia merasa
pandai, bukan? ‘Sombong’ adalah aliasnya.” (Agatha
Christie, Death in the Clouds (Maut di Udara))
* “Saya memutuskan untuk mengenalnya dengan lebih baik.
Sepanjang pengalaman saya, tak seorang pun dapat menyembunyikan dirinya dalam
sebuah percakapan; cepat atau lambat akhirnya pasti ia akan menyatakan dirinya
yang sebenarnya... Setiap orang mempunyai dorongan yang tak tertahan untuk
berbicara mengenai dirinya sendiri.” (Hercule Poirot, red) (Agatha Christie, Death in the Clouds (Maut di Udara))
* “Bencilah saya sedikit kalau itu yang Anda mau. Tetapi saya
kira Anda adalah tipe orang yang lebih suka melihat kenyataan daripada hidup
dalam sebuah surga tipuan; lagi pula kalau Anda memilih yang terakhir Anda
mungkin tak akan hidup lama di dalamnya. Menyingkirkan wanita adalah kejahatan
yang tumbuh terus.” (Hercule Poirot,
red) (Agatha Christie, Death in the
Clouds (Maut di Udara))
Sidney Sheldon:
The Doomsday Conspiracy 1 (Konspirasi Hari Kiamat 1)
* Semoga Anda hidup di zaman yang mengasyikkan – kutukan Cina
Kuno
* Dengan kepergian Susan, ia merasa seolah-olah hidup dalam
suatu ceruk waktu yang salah. Ia mengkhayalkan bahwa di suatu dimensi waktu dan
ruang yang berbeda, ia dan Susan masih dalam suatu ikatan perkawinan yang
bahagia, tertawa, merasa bebas, dan saling mencintai. Atau barangkali juga tidak, pikir Robert dengan lesu. Barangkali aku cuma tidak tahu kapan
semuanya itu harus kurelakan.
* Pohon maple dan pohon fern masih suci,
Akan tetapi, kalau nanti mereka
terbangun,
Mereka pun akan memaki dan mengutuk.
-Ralph Waldo Emerson
Nature, 1836
* Ada 400 miliar bintang di galaksi kita. Kita ini terbuat
dari debu bintang, suatu bahan yang sangat tidak istimewa. Dalam alam semesta
yang penuh dengan debu bintang, rasanya sulit dipercaya bahwa kita adalah
satu-satunya makhluk yang ada. (Sidney Sheldon, The Doomsday Conspiracy 2
(Konspirasi Hari Kiamat 2))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar