Sabtu, 23 Mei 2015

PENGGALAN NOVEL (3)


Dan Brown: Deception Point (Titik Muslihat)

The Moment -2


* "Itu angin katabatic" teriak si pengemudi. "Biasakanlah!" Dia lalu menjelaskan bahwa kawasan ini memiliki angin laut yang kencang yang selalu bertiup yang disebut katabatic, berasal dari bahasa Yunani yang artinya mengalir menuruni bukit. Angin yang terus-menerus menderu itu tampaknya adalah hasil dari udara yang sangat dingin yang "mengalir" ke bawah menuju permukaan es seperti sungai yang bergolak menuruni bukit. "Ini adalah satu-satunya tempat di bumi," tambah si pengemudi sambil tertawa, "di mana neraka pun membeku!"

* Rachel menggosok matanya. Apa itu ....?
"Eskimo besar di atas sini, ya?" kata lelaki itu bergurau.
Rachel mencoba memahami bangunan apa itu. Bangunan itu terlihat seperti Houston Astrodome dalam skala lebih kecil.
"NASA mendirikannya sepuluh hari yang lalu," katanya lagi. "Dibuat dengan plexipolysorbate multi-tahap yang dapat dipompa. Pompa bagian-bagiannya, susun bagian-bagian itu satu sama lain, kemudian hubungkan semuanya di es dengan pasak dan kabel. Dari luar terlihat seperti atap tenda besar yang tertutup, tetapi itu sebenarnya sebuah prototipe NASA untuk tempat tinggal yang dapat dipindah-pindahkan yang kami harap dapat diguna-kan di Mars suatu hari kelak. Kami menyebutnya 'habisphere’."
"Habisphere?"
"Ya. Tahu kenapa? Karena itu bukan whole sphere, 'lingkungan menyeluruh,' tetapi hanya habisphere, 'lingkungan terbatas’.
Rachel tersenyum dan menatap gedung aneh yang sekarang tampak makin dekat di atas dataran es itu. "Dan karena NASA belum pernah pergi ke Mars, kalian memutuskan untuk berkemah secara besar-besaran di sini, begitu?"
Lelaki itu tertawa. "Sebenarnya aku lebih memilih Tahiti, tetapi nasib telah menentukan lokasi ini."

* Supaya tidak ada salah paham, ketahuilah bahwa saya tidak seantusias dia untuk melibatkan Anda dalam hal ini."
Rachel hanya dapat menatap sang administrator. Aku baru menempuh perjalanan tiga ribu mil hanya untuk menerima keramahan seperti ini? Orang ini betul-betul tidak hangat.

* Semakin besar musuh, semakin keras juga mereka jatuh.

* "Paradoks yang hebat tentang Corky: dia dapat menghitung jarak menuju Alpha Centauri dalam milimeter tetapi tidak dapat mengikat dasinya sendiri," kata Tolland sambil bergurau.

* Corky mendekat. "Sungguh sebuah kehormatan, Bu. Seperti-nya kita belum berkenalan."
"Rachel," sahutnya. "Rachel Sexton."
"Sexton?" Corky mengeluarkan pekikan lucu. "Kuharap tidak ada hubungannya dengan senator bejat berpikiran picik itu!"
Tolland mengedipkan matanya. "Corky, Senator Sexton adalah ayah Rachel."
Corky berhenti tertawa. Tubuhnya mengerut. "Mike, tidak heran kalau aku tidak pernah beruntung dengan perempuan," bisiknya malu-malu.

* Pikirannya kembali pada penemuan NASA tahun 1997 yang memalukan: ALH84001, sebuah meteorit Mars yang diakui NASA berisi fosil sisa bakteri hidup. Celakanya, hanya dalam beberapa minggu setelab NASA mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan kemenangannya, beberapa ilmuwan sipil maju dengan bukti bahwa "tanda-tanda kehidupan" itu tidak lebih dari kerogen yang dihasilkan oleh kontaminasi ketika dibawa ke bumi. Kredibilitas NASA terpukul telak karenanya. Harian New York Times bahkan mengambil kesempatan untuk menyindir keras lembaga itu dengan memelesetkan mengolok-olok kepanjangan NASA menjadi Not Always Scientifically Accurate, tidak selaku akurat secara ilmiah.

*Norah menunjuk ke arah orang-orang NASA di dekat mesin-mesin pengerek tersebut. "Generator tidak dapat mengatasi ketegangan seperti itu, jadi aku menggunakan tenaga manusia untuk mengangkatnya."
"Bohong!" salah satu pekerja itu berseru. "Dia menggunakan tenaga manusia karena dia senang melihat kami berkeringat!"
"Jangan berisik," Norah balas berteriak. "Kalian gadis-gadis, terus berkeluh kesah kedinginan selama dua hari ini. Aku sudah menyembuhkan kalian. Sekarang, tariklah terus."
Para pekerja itu tertawa.

* Jika kau dalam keraguan, keluarkan saja! Pepatah Yankee kuno itu adalah salah satu keyakinan dasar yang dipegang ibunya: semua tantangan dapat dilalui dengan mengatakan kebenaran, tidak peduli bagaimana akibatnya.

* "KITA MENEMUKAN flagelata," kata Tolland sambil menatap air yang bercahaya di bawahnya itu.
"Bohong!" seru Corky. "Yang benar saja."
Rachel merasa Michael Tolland tidak sedang ingin bercanda pada saat ini.
"Aku tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi," kata Tolland, "tetapi air ini berisi bioluminescent dinoflagellate."
"Bioluminescent apa?" tanya Rachel bingung. Coba gunakan bahasa yang sederhana saja.
"Plankton bersel tunggal yang mampu mengoksidasi katalis bercahaya yang disebut luceferin." Itu yang kau anggap sebagai bahasa yang sederhana?
Tolland menghela napas dan berpaling pada temannya. "Corky, apakah ada kemungkinan meteorit yang tadi kita tarik itu mengandung organisme hidup di dalamnya?"
Tawa Corky meledak. "Mike, seriuslah!"
"Aku serius."
"Tidak mungkin, Mike! Percayalah padaku, jika NASA memiliki prasangka sedikit saja bahwa ada organisme hidup dari angkasa luar pada batu itu, kau boleh yakin mereka tidak akan mengangkatnya ke udara terbuka seperti sekarang."

* Rachel melihat lubang itu. Terlihat jelas bahwa warna hijau dari makhluk-makhluk itu sudah tidak terlalu cemerlang lagi.
Tolland menanggalkan mantelnya dan berbaring di atas es di dekat lubang itu.
Rachel menatapnya dengan bingung. "Mike?"
"Aku ingin tahu apakah air laut benar-benar masuk ke sini."
"Dengan cara berbaring di atas es tanpa mantel?"
"Ya." Tolland merayap di atas perutnya dan menuju ke tepi lubang. Dengan memegangi satu lengan mantelnya, dia membiarkan lengan mantel yang lainnya menjulur ke bawah lubang itu hingga bagian pergelangan tangan mantel tersebut
menyentuh air. "Ini adalah pengujian salinitas air yang sangat akurat yang digunakan para ahli kelautan kelas dunia. Disebut 'menjilat jaket basah'."

* Walau ada bantahan yang tajam pada teori plankton beku itu, analisis Rachel yang sistematis terhadap data tersebut menolak untuk menerima sanggahan dari Norah. Secara naluriah Rachel tahu bahwa keberadaan plankton beku dalam dataran es di bawah mereka merupakan jawaban yang paling sederhana bagi teka-teki yang sekarang mereka hadapi. Law of Parsimony, pikirnya. Instrukturnya di NRO yang mengajarkan tentang hal ini. Ketika ada begitu banyak penjelasan, yang paling sederhanalah yang biasanya benar.

* "Tetapi ini adalah negerinya beruang kutub, bukan?" Rachel tidak pernah ingat, kutub yang mana yang ditinggali beruang dan yang mana yang ditinggali pinguin.
"Ya," jawab Tolland juga berteriak. "Nama Arktika sebenarnya berasal dari beruang kutub. Arktos adalah bahasa Yunani yang artinya beruang."
Bagus sekali. Rachel menatap dengan panik ke dalam kegelapan.
"Antartika tidak ditinggali beruang kutub," lanjut Tolland. "Jadi mereka menamakannya Anti-arktos."

* "Itu radar?" tanya Corky sambil berseru melawan angin.
Norah mengangguk. Ground Penetrating Radar jauh lebih mampu mendeteksi es air asin dibandingkan PODS. Transmiter GPR mengirimkan gelombang energi elektromagnetis menembus es, dan gelombang itu terpantul kembali dengan gelombang yang berbeda bergantung pada struktur kristal yang memantulkannya. Air tawar murni membeku dalam pola-pola geometris yang bulat dan pipih. Namun, air laut membeku dalam bentuk yang lebih menyerupai pola-pola geometris yang bercabang-cabang atau seperti anyaman jaring. Ini dikarenakan oleh kandungan sodiumnya yang mengakibatkan gelombang GPR memantui kembali secara acak sehingga mengurangi jumlah refleksi.

* Paksa musuh untuk bertempur di dua garis pertempuran. --- —serangan pertama pada politiknya, dan yang kedua melawan karakternya. Bantahan dari sebuah serangan politik membutuhkan logika, sementara bantahan pada serangan karakter memerlukan perasaan. Membantah keduanya dalam waktu yang bersamaan akan menjadi tindakan yang sulit untuk menjaga keseimbangan.

* Politik adalah peperangan.

* Kait pengaman Joker khusus dibuat dengan lubang tambahan di dalam metalnya sehingga kait tersebut tidak akan dapat terbuka jika ada ketegangan sedikit saja.
Terbunuh karena kancing pengaman, pikir Rachel dan tidak merasa terhibur sedikit pun oleh ironi ini.

* Politik adalah berjualan.
Ciptakan rasa percaya. Biarkan mereka tahu kau mengerti permasalahan mereka.

* Sexton terkejut ketika tahu cara lain NASA untuk memonopoli ruang angkasa adalah dengan menyetujui mandat federal yang melarang iklan sponsor dipasang di pesawat ruang angkasa. Alih-alih membolehkan perusahaan swasta untuk mendapatkan pendanaan melalui sponsor perusahaan lain dan mengiklankan logonya, seperti yang terjadi pada perlombaan mobil balap profesional, pesawat ruang angkasa hanya boleh menampilkan kata USA dan nama perusahaan tersebut. Di sebuah negara yang menghabiskan 185 miliar dolar setiap tahunnya untuk iklan, tidak satu sen pun uang dari iklan yang boleh masuk ke kantung perusahaan ruang angkasa swasta.

* Sexton menatap tamu-tamunya. Matanya menatap tajam, suaranya menjadi lebih lembut sekarang. "Kita semua harus waspada bahwa hambatan yang paling besar untuk privatisasi NASA bukanlah hukum, melainkan cara pandang masyarakat. Kebanyakan masyarakat Amerika masih meromantisasi program ruang angkasa Amerika. Mereka masih percaya NASA adalah badan pemerintah yang diperlukan."
"Itu karena film-film Hollywood terkutuk!" seorang lelaki berkata. "Berapa banyak film yang menceritakan tentang NASA yang berhasil menyelamatkan dunia dari asteroid? Demi Tuhan! Itu hanya propaganda!"

* Sexton mendesah. Nadanya terdengar terpukul. "Betul, dan aku tahu aku tidak harus mengingatkan mengenai apa yang terjadi pada tahun delapan puluhan ketika Departemen Pendidikan bangkrut dan menuduh NASA memboroskan jutaan dolar yang sesungguhnya dapat dipergunakan untuk pendidikan. NASA merancang aksi hubungan masyarakat untuk membuktikan bahwa NASA memerhatikan pendidikan. Mereka kemudian mengirimkan seorang guru sekolah negeri ke ruang angkasa." Sexton berhenti. "Kalian pasti ingat Christa McAuliffe."

* Tidak lama lagi hipotermia akan terjadi. Dimulai dengan mati rasa yang samar-samar pada bagian kaki dan lengan ketika darah hanya mengalir ke pusat tubuh untuk melindungi organ organ dalam yang penting. Halusinasi dan demam akan muncul kemudian, seiring denyut nadi dan pernapasan yang melambat untuk menghemat oksigen yang ada di otak. Kemudian, tubuh akan membuat usaha terakhir untuk mempertahankan panas yang tersisa dengan cara mematikan semua kegiatan kecuali jantung dan pernapasan. Setelah itu kesadaran akan menghilang. Pada akhirnya, jantung dan pusat pernapasan di otak akan berhenti berfungsi sekaligus.

* Siapa pun yang berkata kekuasan tidak akan menimbulkan kecanduan, pasti belum pernah benar-benar berkuasa.

* Rachel tidak merasa bersimpati terhadap ayahnya, namun dia tahu, di balik penampilan Presiden Zach Herney yang hangat dan lembut, tersembunyi seekor hiu yang cerdik. Anda tidak akan menjadi orang paling kuat di dunia tanpa memiliki naluri pembunuh. Pertanyaannya sekarang adalah apakah hiu ini merupakan orang luar yang tidak tahu apa-apa—ataukah pemain utama.

* Buang semua asumsi, katanya pada dirinya sambil bersikeras untuk mengatur ulang pikirannya. Buat kembali rantai kebenaran. Itu adalah kiat kuno NRO. Membangun kembali sebuah bukti dari sekumpulan data merupakan proses yang dikenal sebagai "titik awal nol"—sesuatu yang dilakukan semua analis data ketika potongan-potongan informasi yang mereka miliki tidak saling cocok.
Atur kembali bukti yang ada.
Dia mulai berjalan hilir mudik lagi.

* Bukti adalah sebuah kesimpulan yang dibangun dari piramid fakta yang terdiri dari sejumlah besar informasi yang telah diterima sehingga keyakinan yang lebih
spesifik terbentuk.

* Ketika mereka berjalan ke lift, lelaki tua itu berkata, "Kadang-kadang yang diperlukan untuk mengurai kekusutan hanyalah menarik salah satu talinya. Mungkin kita akan menemukan jalan untuk menghancurkan kemenangan NASA dari dalam. Sebarkan ketidakpercayaan. Siapa yang tahu apa hasilnya nanti?" Mata lelaki tua yang letih itu menatap Sexton dengan tajam. "Aku belum siap untuk berbaring dan mati, Senator. Dan aku yakin, kau juga begitu."

* Perempuan bisa menjadi sangat pendendam dan bodoh ketika mereka merasa ditipu.

* "Ilmu pengetahuan bukan tentang firasat," kata Corky. "Ilmu pengetahuan adalah tentang bukti.---“

* Tidak seorang pun dapat mengatakan padamu apa yang dapat dan tidak dapat kaukerjakan.

* Rachel mengerti. Ponsel Pickering, seperti umumnya telepon lapangan NRO, memiliki indikator yang dapat mendeteksi panggilan telepon yang tidak aman. Karena Rachel menelepon dari telepon radio, salah satu alat komunikasi yang paling tidak aman, ponsel Pickering langsung memeringatkannya. Percakapan ini harus berlangsung samar-samar. Tidak boleh menyebut nama. Tidak juga tempat.
"Suaraku adalah identitasku," kata Rachel. Dia sengaja menggunakan salam standar lapangan dalam keadaan seperti ini.

* Direktur CIA berdiri, suatu hal yang tidak pernah dilakukan siapa pun ketika Presiden duduk. Tetapi saat itu tidak ada yang menghentikannya. Dia melotot pada Administrator NASA. "Kau tadi berkata ilmu pengetahuan tidak ada hubungannya dengan kemanan nasional? Larry, dua hal itu sama saja. Hanya ilmu pengetahuan dan keunggulan teknologi sajalah yang membuat kita tetap aman, dan suka atau tidak suka, NASA memainkan peran yang lebih besar dan semakin besar dalam pengembangan teknologi-teknologi itu. Celakanya, lembagamu bocor seperti ayakan dan waktu sudah berkali-kali membuktikan, keamanan lembagamu tidak dapat diandalkan!"
Ruangan itu menjadi sunyi.
Sekarang Administrator NASA ikut-ikutan berdiri dan menatap tajam pada penyerangnya. "Jadi, kau menyarankan kami mengunci 20 ribu ilmuwan NASA di dalam laboratorium militer yang pengap, dan membuat mereka bekerja untukmu? Apakah kau benar-benar berpikir bahwa teleskop ruang angkasa NASA akan tercipta jika tidak karena minat pribadi para ilmuwan kami untuk melihat lebih jauh ke luar angkasa? NASA membuat terobosan luar biasa hanya karena satu alasan—para pegawai kami ingin mengerti alam semesta ini dengan lebih mendalam. Mereka adalah para pemimpi yang sejak kecil tumbuh dengan menatap langit berbintang dan bertanya pada diri mereka sendiri ada apa di atas sana. Gairah dan rasa ingin tahu itulah yang mendorong penemuan-penemuan NASA, bukan janji superioritas militer."

* "Jika ada sesuatu yang sudah kupelajari sebagai Presiden," kata Herney, "adalah siapa yang mengendalikan uang, dia jugalah yang akan mengendalikan arah. ---“

* “---cepat atau lambat, kita semua harus melepaskan masa lalu kita."

* Informasi adalah kekuasaan.

* Jangan pernah meremehkan ego seorang politisi.

* Dia pernah belajar bahwa binatang menandai daerah kekuasaannya dengan air seni karena asam urin merupakan cairan yang memiliki bau paling kuat yang dapat dibuat manusia.
Lebih kuat dari bau darah, dia berharap. Sambil berharap seandainya dia tadi minum lebih banyak bir lagi malam ini. Corky mengangkat kakinya yang terluka ke atas bibir perahu dan mencoba untuk buang air kecil di atas lilitan selotip itu. Ayol Dia menunggu. Tidak ada yang dapat mengalahkan tekanan untuk mengencingi tubuhmu sendiri dengan sebuah helikopter tempur yang sedang mengejarmu.

* Hidup sedang mempermainkanku.

* "Perang selalu menyeret korban," --- "lactura paucourm serva multos."  Korbankan sedikit orang untuk menyelamatkan banyak orang

* Hilangkan semua risiko. Jangan terburu-buru.

* Hidup penuh dengan keputusan sulit. Dan para pemenang adalah mereka yang membuat keputusan sulit itu.

* Tidak ada yang dapat mengundang burung pemakan bangkai selain arena kematian.

* Sexton menutup mikrofonnya dan berpaling ke belakang seolah hendak berdehem. Perlahan dia melotot ke arah Rachel. “Kau persis seperti ibumu—idealistis dan rendah. Perempuan tidak akan memahami sifat alamiah dari kekuasaan.”

* Tidak ada yang dapat menggantikan kebenaran.

* Dengan berhati-hati Rachel membuka pembungkusnya dan mengeluarkan isinya yang berat. Ternyata isinya adalah mangkuk kristal besar, dan di dalamnya berenang dua ekor ikan mas koki berwarna oranye yang buruk rupa. Rachel menatap dengan ekspresi bingung dan kecewa. “Kau bercanda
bukan?”
Helostoma temminckii.” kata Tolland dengan bangga.
“Kau membelikan aku ikan?”
“Itu ikan berciuman dari Cina yang langka. Sangat romantis.”
“Ikan tidak romantis, Mike.”
“Katakan itu pada ikan–ikan tersebut. Mereka sudah berciuman berjam-jam.”

PENGGALAN NOVEL (2)


Dan Brown: Deception Point (Titik Muslihat)

The Moment - 1

* "Ms. Sexton," ujar wartawan itu dengan cepat, "sebelum pergi, dapatkah Anda memberikan komentar tentang kabar angin bahwa Anda diundang makan pagi ini untuk membicarakan kemungkinan Anda meninggalkan kedudukan Anda sekarang demi kampanye ayah Anda?"
Rachel merasa seolah-olah seseorang telah menyiramkan kopi panas ke wajahnya. Dia betul-betul tidak siap menerima pertanyaan itu. Rachel menatap ayahnya dan merasakan, dari seringai sang ayah, bahwa pertanyaan wartawan itu telah diatur. Dia sangat ingin naik ke atas meja dan menusuk ayahnya dengan garpu.
Si wartawan menyodorkan perekamnya ke arah wajah Rachel. "Miss Sexton?"
Rachel menatap mata wartawan itu dengan tajam. "Ralph, atau siapa pun namamu, dengar ini baik-baik: Aku tidak punya niat meninggalkan pekerjaanku untuk bekerja pada Senator Sexton, dan jika kau memutar balik pernyataanku, kau akan memerlukan pencungkil sepatu untuk mengeluarkan perekam ini dari anusmu."

* Tampaknya urusan sang senator dengan putrinya itu juga sudah selesai. Dia lalu mengeluarkan ponselnya untuk menelepon seseorang. "Dah, Sayang. Mampirlah ke kantorku seringsering. Dan menikahlah! Ingat, kau sudah 33 tahun sekarang."
"Tiga puluh empat," sergah Rachel. "Sekretaris Ayah saja ingat."
Senator Sexton berdecak dengan nada menyesal. "Tiga puluh empat. Hampir jadi perawan tua. Kautahu, ketika aku berusia 34, aku sudah—"
"Menikahi Ibu dan berselingkuh dengan tetangga?" Katakata itu terucap lebih keras dari yang dimaksudkan sehingga merusak ketenangan di restoran itu. Para tamu yang duduk di dekat mereka menoleh ke arah ayah dan anak ini.

* "Hey!" Rachel berseru pada si pilot. "Apa yang kau lakukan?" Suaranya hampir tidak terdengar karena ditimpali suara rotor helikopter yang menderu-deru. "Kau seharusnya membawaku ke Gedung Putih!"
Si pilot menggelengkan kepalanya. "Maaf, Bu. Presiden sedang tidak berada di Gedung Putih pagi ini."
Rachel mencoba mengingat -ingat apakah Pickering tadi menyebut-nyebut Gedung Putih secara khusus atau dia sendiri saja yang mengiranya demikian. "Jadi, Presiden sedang ada di mana?"
"Anda akan bertemu dengannya di tempat lain."
Kurang ajar. "Di tempat lain di mana?"
"Tidak jauh dari sini."
"Bukan itu yang kutanyakan."
"Enam belas mil lagi."
Rachel mengumpat dalam hati. Lelaki ini seharusnya menjadi politisi saja. "Apa kau pintar menghindari peluru sebaik kau menghindari pertanyaan?"
Pilot itu tidak menjawab.

* Di sana terdapat huruf-huruf setinggi enam kaki yang tertulis di badan pesawat dan bertuliskan "UNITED STATES OF AMERICA." Seorang perempuan anggota kabinet Inggris pernah menuduh Presiden Nixon "memamerkan kemaluannya di hadapannya" ketika sang presiden mengundangnya masuk ke dalam pesawat Air Force One. Semenjak itu, para awak pesawat sambil bergurau menjuluki pesawat tersebut dengan "BIG DICK."

* Segala yang ada di dalam ruangan itu mengesankan kekuasaan, dari aroma tembakau yang samar-samar tercium hingga simbol kepresidenan yang terlihat di mana-mana. Simbol yang berupa elang mencengkeram anak panah dan tangkai zaitun tersulam di atas bantal-bantal kecil, ada juga yang diukirkan pada ember es, dan bahkan dicapkan pada tatakan gelas dari gabus di atas meja bar. Rachel mengambil sebuah tatakan dan mengamatinya.
"Sudah mulai mencuri kenang-kenangan?" sebuah suara yang berat bertanya di belakangnya.
Rachel terkejut, dan saat dia memutar tubuhnya, dia menjatuhkan tatakan gelas itu ke atas lantai. Dengan gugup Rachel memungutnya. Ketika dia meraih tatakan gelas tersebut, dia mendongak dan melihat Presiden Amerika Serikat sedang menatap ke bawah, ke arahnya yang sedang berlutut, sambil tersenyum gembira.
"Aku bukan seorang bangsawan, Ms. Sexton. Tidak perlu berlutut seperti itu."

* Di depannya, duduk Gabrielle Ashe, asisten pribadinya yang berusia 24 tahun, dan sedang membacakan jadwal hariannya. Sexton hanya mendengarkannya sam-bil lalu.
Aku mencintai Washington, pikir Sexton sambil mengagumi bentuk tubuh sempurna asistennya di balik sweater-nya. Dari bahan cashmere. Kekuasaan adalah perangsang berahi yang paling hebat dari semuanya ... dan kekuasaan sanggup membawa sekumpulan perempuan seperti ini ke D. C.

* "Dengan satu tambahan baru. Menurutku kau akan menghadapi pukulan berbahaya dari kaum homoseksual karena komentarmu tadi malam dalam acara Larry King."
Sexton hanya mengangkat bahunya seperti tidak peduli. "Ya. Perkawinan sesama jenis kelamin."
Gabrielle menatapnya dengan tatapan tidak setuju. "Kau betul-betul mengecamnya dengan keras saat itu."
Perkawinan sesama jenis kelamin, pikir Sexton dengan jijik. Jika aku yang menentukan, orang-orang homoseksual itu bahkan tidak akan memiliki hak untuk memilih. "Baiklah, aku akan memperlunaknya."

* "Lima belas miliar setahun?" tanya penelepon pertama, suaranya terdengar terkejut sekali. "Miliar? Maksud Anda, kelas matematika anak saya dijejali terlalu banyak murid karena sekolah tidak memiliki jumlah guru yang cukup, dan NASA bisa menghabiskan lima belas miliar dolar setahun hanya untuk memotret debu angkasa luar?"

* Akhir-akhir ini, walau Gabrielle sadar dia sedang mendukung calon terkuat dalam kampanye pemilihan presiden kali ini, dia mulai bertanya-tanya apakah dia sedang mendukung calon terbaik. Terlibat secara langsung dengan Sexton telah membuka matanya. Ini seperti seorang anak yang mengikuti 'tur belakang layar' di Universal Studio lalu berkurang kekagumannya terhadap film karena ternyata Hollywood tidaklah seajaib itu.
Walau Gabrielle tetap percaya pada pesan-pesan Sexton, dia mulai meragukan si pembawa pesan.

* Rachel meragukannya. "Dalam pengalaman saya, Pak, bagi NASA tidak ada kabar yang betul-betul buruk." Menahan informasi bukanlah keahlian bagian hubungan masyarakat NASA. Lelucon di NRO adalah, NASA bahkan mengadakan konferensi pers setiap kali ada ilmuwan mereka yang buang angin.

* Rachel sudah tahu sejak pertama kali bekerja di bawah William Pickering, walaupun NASA dan NRO adalah dua lembaga yang terkait dengan ruang angkasa, mereka memiliki filosofi yang sangat bertolak belakang. NRO adalah lembaga pertahanan dan merahasiakan segala kegiatan mereka, sementara NASA adalah lembaga akademis dan sangat bersemangat untuk mengumumkan semua terobosan mereka kepada dunia. William Pickering sering tidak setuju dengan pengumuman tersebut karena pertimbangan keamanan nasional. Beberapa teknologi NASA yang paling canggih, seperti lensa beresolusi tinggi untuk teleskop satelit, sistem komunikasi jarak jauh, dan peralatan pencitraan radio, malah muncul di gudang senjata intelijen negara-negara musuh dan digunakan untuk balik memata-matai Amerika. Bill Pickering sering menggerutu bahwa para ilmuwan NASA memang berotak besar ... tetapi mulut mereka lebih besar lagi.

* Semua orang yang bekerja pada komunitas intelijen tahu, tanggapan mayoritas orang tentang penampakan dan penculikan oleh makhluk luar angkasa hanyalah produk khayalan yang terlalu liar atau ciptaan para penipu yang ingin mencari keuntungan. Ketika foto asli UFO betul-betul ada, anehnya benda asing tersebut muncul di dekat pangkalan udara militer Amerika Serikat yang sedang menguji pesawat rahasia canggih. Ketika perusahaan produsen pesawat Lockheed mulai melakukan pengujian udara sebuah pesawat jet yang disebut The Stealth Bomber, penampakan UFO di sekitar Edwards Air Force Base meningkat menjadi lima belas kali lipat.

* Mulut Rachel ternganga. Tuhan, tolong aku.
Di tengah-tengah hanggar terparkir sebuah jet tempur berwarna hitam yang terlihat begitu menyeramkan. Itu pesawat paling ramping yang pernah dilihat Rachel.
"Kau tidak becanda, kan?" tanya Rachel.
"Itu reaksi pertama yang biasa timbul, Bu. Tetapi F-14 Tomcat Split-tail ini adalah pesawat yang sangat handal."
Ini sih rudal bersayap.
Si pilot menuntun Rachel menuju pesawat itu. Dia menunjuk ke arah kokpit dengan dua tempat duduk. "Anda duduk di belakang."
"Oh ya?" Rachel berusaha tersenyum. "Tadinya kukira kau akan membiarkan aku mengemudi."

* Rachel kemudian memanjat masuk ke dalam kokpit. Dengan canggung, Rachel mengatur pinggulnya di tempat duduk yang sempit itu.
"NASA pasti tidak punya pilot dengan pantat gemuk," kata Rachel.

* "Kita akan terbang sangat tinggi," kata si pilot. "Anda akan membutuhkan oksigen." Dia lalu menarik topeng oksigen dari panel di sisi pesawat dan mulai memasangkannya ke helm Rachel.
"Aku bisa sendiri," kata Rachel sambil mengulurkan tangannya dan mengambil alih.
"Tentu saja, Bu."
Rachel mencoba-coba mengenakan masker yang dirancang dengan sangat pas itu, sampai akhirnya dia dapat memasangnya dengan baik. Berada di balik masker seperti itu membuatnya merasa tidak nyaman.
Sang komandan menatapnya lama, dan tampak agak geli.
"Ada yang salah?" tanya Rachel.
"Sama sekali tidak, Bu." Dia terlihat berusaha menyembunyikan senyumannya. "Kantong muntah berada di bawah tempat duduk Anda. Kebanyakan orang akan merasa mual ketika pertama kali naik pesawat ini."
"Aku akan baik-baik saja," kata Rachel untuk meyakinkan si pilot. Suaranya terdengar samar-samar di balik topeng maskernya. "Aku tidak punya kecenderungan untuk mudah muntah."
Pilot itu hanya mengangkat bahunya. "Banyak anggota Navy Seal juga berkata seperti itu, tetapi ternyata saya sering membersihkan muntahan mereka dari kokpit saya."
Rachel hanya dapat mengangguk.
"Ada pertanyaan sebelum kita terbang?"
Rachel ragu-ragu sejenak dan kemudian dia mengetuk-ngetuk masker oksigen yang menghalangi dagunya. "Ini justru menghambat pernapasanku. Bagaimana kau mengenakan benda ini dalam penerbangan jangka panjang?"
Si pilot tersenyum dengan sabar. "Bu, kami biasanya tidak mengenakannya secara terbalik seperti itu."

* Ketika percakapan itu berakhir, si pilot meletakkan radionya, dan tiba-tiba membelokkan Tomcat itu ke kiri dengan tajam. Pesawat itu menanjak hampir tegak lurus ke atas. Dengan manuver seperti itu, Rachel merasa perutnya jungkir-balik. Akhirnya, pesawat itu kembali ke posisi mendatar.
Rachel mengerang. "Terima kasih atas atraksi akrobatnya, Bung."

* Dalam semenit, mereka sudah terbang dengan kecepatan hampir 1.500 mil per jam.
Sekarang Rachel merasa pusing. Ketika langit terbelah oleh pesawat yang menderu dalam kecepatan seperti itu, dia merasa sangat mual. Samar-samar suara Presiden menggema di telinganya. Tenanglah, Rachel. Kau tidak akan menyesal karena mau membantuku dalam masalah ini.
Rachel mengerang, lalu meraih kantung muntahnya. Jangan pernah memercayai seorang politisi.

* Hal yang paling mendominasi Ruang Oval adalah gambar burung elang Amerika yang menghiasi permadani di lantai ruangan tersebut. Cakar kiri elang tersebut mencengkeram ranting zaitun dan cakar kanannya mencengkeram seikat anak panah. Hanya sedikit orang luar yang tahu bahwa selama masa damai, si elang menoleh ke kiri, ke arah ranting zaitun, tetapi dalam masa perang, secara misterius si elang menoleh ke kanan, ke arah anak-anak panah.

* Misi-misi Delta Force adalah misi rahasia tingkat tinggi, dan begitu sebuah misi selesai, pasukan Delta Force tidak pernah membicarakannya lagi, baik dengan sesamanya maupun dengan komandan mereka di Special Operations Command.
Terbang. Bertempur. Lupakan.

* Marjorie Tench memang memiliki otak super seperti kom-puter, namun kehangatannya pun seperti komputer juga.