Rabu, 06 Mei 2015

Kutipan Novel 3


Sandra Brown : Breath Of Scandal (Luka Masa Lalu)

*Iblis selalu meminta bagian. Sesuatu yang bagus selalu diikuti sesuatu yang sama buruknya – itulah hukum Newton versi Dillon. Jagat raya ini memiliki sistem sendiri untuk melunasi utang-piutang penghuninya.

*Hidup itu berharga. Hidup itu rapuh. Suatu saat ada, saat berikutnya lenyap. Setiap detik harus dihargai dan dinikmati dengan sebaik-baiknya karena kita takkan pernah tahu kapan hidup itu akan berakhir.

*Demi bisa bertahan hidup di dunia yang kejam ini, seseorang harus melakukan apa yang memang harus dilakukan walaupun tidak menyukainya.

*“Kadang-kadang penawaran yang terendah justru memakan biaya paling banyak dalam jangka panjang – bila pekerjaannya harus diulang.”

* “Padahal, inti dari semuanya adalah peristiwa buruk itu bagian dari hidup. persis seperti yang sering tertulis dalam stiker-stiker. Peristiwa buruk adalah bagian dari hidup. Tragedi menimpa orang-orang yang baik. Sebaliknya, nasib baik juga menyertai para bajingan.”

* “Tidak bisa kuungkapkan dengan kata-kata betapa menyenangkan rasanya bisa terbebas dari beban rasa bersalah itu.”

* “Air cucuran atap akan jatuh ke pelimbahan.”

Agatha Christie : They Came to Baghdad (Mereka Datang ke Bagdad)

* Partir say mourir un peu (to say goodbye is to die a little)

* “Pemuda-pemuda Perancis yang luntang-lantung pun tahu benar apa yang mereka pelajari, sementara pemuda-pemuda kita (Inggris, red) cuma bisa bilang bahwa berpergian adalah suatu kesedihan yang manis. Dasar tolol!”

* Kegagalan justru pada tahap-tahap akhir suatu usaha adalah kepahitan yang akan terlalu sulit untuk ditelan.

* Untuk sesaat dia berharap, alangkah bahagianya bila di dalam tubuhnya mengalir darah Timur, bukan darah Barat. Dengan demikian ia tidak perlu mengkhawatirkan terjadinya kegagalan atau bahkan keberhasilan sekalipun. Ia tak perlu memperhitungkan unsur-unsur kebetulan yang harus dihadapinya, dan tak perlu lagi bertanya berulang-kali kepada dirinya sendiri, apakah rencana yang dibuatnya telah dipertimbangkan secara matang dan dengan perhitungan jauh ke depan. Ia cukup melemparkan tanggung jawab kepada Yang Maha Pemurah dan Maha Bijaksana. Insya Allah. Semoga usahaku berhasil!

* Sesaat dia berpikir tentang perangkap yang mungkin saja dipasang baginya. Semacam perangkap tikus yang terbuka dengan secuil keju di dalamnya. Bagi si tikus pun, itulah jalan yang paling mudah.

* Beberapa pegawai pemerintah yang pernah ia lihat umumnya mempunyai tampang seakan-akan menyesali diri dan minta maaf mengapa mereka masih hidup. Hanya saja penampilan mereka mendadak berubah menjadi seorang yang berlagak besar dan ingin menggurui, bila sedang menjalankan tugas di tempat masing-masing.

* Semakin keras keinginan Anda untuk mempersatukan orang, semakin curiga mereka terhadap satu sama lain.

* “Menurut pendapat kami, mereka itu tidak berasal dari suatu negara tertentu. Apa yang mereka kehendaki adalah perbaikan dunia dan ini yang kami takutkan. Khayalan bahwa dengan kekerasan dapat dipaksakan suatu kekuasaan selama seribu tahun adalah khayalan yang paling berbahaya selama ini. Mereka yang hanya ingin mengisi kantungnya sendiri, tidak begitu berbahaya – keserakahan akan menghancurkan diri mereka sendiri. Tetapi kepercayaan pada kekuatan manusia tertinggi, pada makhluk-makhluk super yang akan memerintah sisa dunia yang rusak moralnya, Victoria, ini adalah kepercayaan yang paling jahat. Sebab jika Anda berkata, ‘Saya tidak sama dengan orang lain.’ Anda kehilangan dua dari sifat-sifat yang berharga yang selalu kita cari, kerendahan hati dan setia kawan.”

* Jangan berbohong terlalu banyak mengenai kenyataan yang sama. Lebih sukar untuk mengingat daripada mempertahankan.

* Joie de vivre (kegembiraan hidup)

* Les Oreilles enemies vous ecoutent – Mata musuh selalu awas

* “Ya, karena kau orang Inggris, kau sombong dan tinggi hati. Apa sih artinya jadi orang Inggris? Tak ada artinya sama sekali. Di sini orang Inggris kami ludahi.”

* “Riwayat masa lalu selalu menjemukan,” kata Edward.
          “Masa yang akan datang rasanya lebih penting.”

* “Bicara soal harem-“ Victoria memulai.
          “Bagaimana hubunganmu dengan Catherine?” tanya Edward tiba-tiba.
          “Bagaimana kau tahu aku sedang berpikir tentang Catherine?”
          “Tetapi benar, bukan? Sungguh, Viccy, aku berharap kau bisa bersahabat dengan Catherine.”
          “Jangan sebut aku Viccy.”
          “Baiklah, Charing Cross, aku ingin kau bersahabat dengan Catherine.”
          “Dungu benar kau! Laki-laki selalu ingin kawan-kawan wanitanya saling bersahabat.”

* Sungguh sial, ia yang selalu dapat berbohong dengan meyakinkan, sekarang ketika menceritakan keadaan yang benar-benar dialaminya, justru tidak dipercaya. Hal-hal yang benar-benar dialaminya justru tak dapat ia ceritakan secara meyakinkan.

* “--- Saya pernah menawarkan tumpangan kepada seorang tua yang sedang berjalan dari Basrah ke Bagdad. Saya bertanya kepadanya, berapa lama ia akan sampai di Bagdad dan jawabannya ialah beberapa bulan. Saya suruh ia naik saja dan sore itu juga ia sudah akan sampai, tetapi ia hanya mengucapkan terima kasih dan menolak tawaran saya. Dua bulan lebih lama, tidak ada artinya baginya. Waktu tidak ada artinya di bagian bumi ini. Sekali Anda dapat memahami itu, Anda juga dapat menghargai mereka dan mendapat kepuasan sendiri.”

* “Orang-orang Arab tidak dapat mengerti mengapa orang Barat tidak mempunyai kesabaran, dan kebiasaan kita untuk berbicara terus-terang dan langsung ke sasarannya dianggap tidak sopan. Anda harus berbasa-basi dulu, berbicara mengenai hal yang umum kira-kira satu jam – atau bila Anda lebih menyukainya, Anda juga tidak perlu berbicara sama sekali.”
          “Sangat aneh bila itu dilakukan di kantor-kantor di London. Itu akan membuang-buang waktu.”
          “Ya, tetapi kita kembali ke pokok soal. Apa itu waktu? Dan apa itu membuang-buang waktu?”

* Ada segi lain yang menguntungkan, pikir Victoria, yaitu bahwa pria selalu merasa lebih tinggi dari wanita, sehingga kesalahan yang mungkin ia lakukan tidak akan mudah menimbulkan kecurigaan dan hanya akan membuktikan betapa menggelikannya dan tololnya kaum wanita.

* Si dungu kecil ini – semua perempuan adalah dungu. Begitu mudah dipermainkan dengan kata-kata cinta. Hanya itu saja yang mereka kejar-kejar. Mereka tidak mempunyai konsep keagungan mencipta, pembangunan dunia baru, mereka hanya merengek-rengek minta dicintai! Mereka hanya budak dan karenanya juga harus diperlakukan sebagai budak untuk mencapai tujuannya.

* “---Kerendahan hatilah yang selalu menjaga jiwa manusia agar tetap sehat dan manusiawi.”

* Kesombongan adalah sifat aneh yang menyilaukan. Kesombongan adalah kelemahan, seperti otot Achilles.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar