Jumat, 12 Juni 2015

Penggalan Novel 7


Dan Brown: The Lost Symbol
The moment - 4



* Melencolia I, 1514
          Albrecht Durer
          (ukiran pada lempeng-perunggu)
          Persegi empat ajaib ke dalam kategori “matematika rekreasional”; beberapa orang masih memperoleh kesenangan dari pencarian konfigurasi-konfigurasi “ajaib” baru. Sudoku untuk orang-orang genius.

* Para kriptolog modern menggunakan cipher tersegmentasi sepanjang waktu walaupun skema pengamanannya diciptakan di Yunani kuno. Orang Yunani, ketika ingin menyimpan informasi rahasia, mengukirkan informasi itu pada loh batu lempung, lalu memecah loh batu itu menjadi beberapa bagian, dan menyimpan setiap bagiannya di lokasi yang terpisah. Ketika semua bagian disatukan, barulah rahasia-rahasia itu bisa dibaca. Jenis loh batu lempung berukir ini – disebut symbolon­ – pada kenyataannya merupakan asal kata modern simbol.

* “Peter selalu bilang bahwa kau lelaki yang sangat sulit untuk diyakinkan – seorang akademisi yang lebih menyukai bukti daripada spekulasi.”

* Bellamy tersenyum sabar. “Pengetahuan Persaudaraan Bebas telah membuatku sangat menghormati sesuatu yang melebihi pemahaman manusia. Aku sudah belajar untuk tidak pernah menutup benakku pada suatu gagasan, hanya karena gagasan itu tampak ajaib.”

* Kekayaan sudah biasa, tapi kebijakan adalah langka – kekayaan tanpa kebijakan sering bisa berakhir dalam bencana.

* walaupun tersegel dalam kubus selama lebih dari seabad, batu-puncak itu sama sekali tidak pudar atau kusam. Emas menentang hukum entropis pelapukan; itu salah satu alasan mengapa orang-orang kuno menganggapnya ajaib.

* “Secara simbolis,” jelas Langdon, “ini merepresentasikan kegagalan manusia untuk mengubah kecerdasan manusia menjadi kekuatan menyerupai-Tuhan. Dalam istilah alkimia, itu merepresentasikan ketidakmampuan kita untuk mengubah timah menjadi emas.”

* Semua metamorfosis spiritual didahului oleh metamorfosis fisik.

* Tubuh ini mendambakan apa yang didambakannya.

* Orang pintar selalu ditakuti oleh orang yang kurang pintar.

* Yang memisahkan terang dari gelap hanyalah darah.

* Semua harapan bagi umat manusia sudah hilang. Mereka buta... berkeliaran tanpa arah di dalam dunia yang tidak akan pernah mereka pahami.

* Tubuhku hanyalah wadah bagi harta karunku yang terampuh... pikiranku.

* kepala katedral kembali menepuk-nepuk mulut. “Saya ingatkan bahwa ada masa ketika orang-orang terpintar sekalipun menganggap dunia ini datar. Karena, jika dunia ini bulat, lautan pasti akan tumpah. Bayangkan bagaimana mereka akan mengejek Anda jika Anda menyatakan, ‘Bukan hanya dunia ini bulat, melainkan juga ada kekuatan mistis tak terlihat yang menahan segalanya agar tetap berada di permukaan dunia?’”
          “Ada perbedaan,” ujar Langdon, “antara keberadaan gravitasi... dan kemampuan mengubah benda-benda dengan sentuhan tangan.”

* Dia terdiam, lalu berdeham. “Jika ingatan saya benar, salah satu orang terpintar yang pernah ada menyatakan: “Sesuatu yang tidak mampu kita pahami benar-benar ada. Di balik rahasia-rahasia alam masih terdapat sesuatu yang subtil, tak teraba, dan tak terjelaskan. Penghormatan terhadap kekuatan melebihi segala yang bisa dipahami ini adalah agamaku.’”
          “Siapa yang berkata begitu?” tanya Langdon. “Gandhi?”
          “Bukan,” sela Katherine. “Albert Einstein.”
* Katherine Solomon sudah membaca setiap kata yang ditulis Einstein, dan tercengang oleh penghormatan mendalam lelaki itu terhadap hal-hal mistis, juga prediksinya bahwa suatu hari nanti masyarakat luas akan merasakan hal yang sama. Agama masa depan, ramal Einstein, adalah agama kosmis. Agama itu akan melampaui Tuhan, pribadi dan menghindari dogma dan teologi.

* Satu hal yang kupelajari dari Peter, inilah dia: Ilmu pengetahuan dan mistisisme berhubungan sangat erat, hanya bisa dibedakan melalui pendekatan mereka. Mereka punya tujuan yang sama... tapi metode yang berbeda.

* “---Bahkan, Yesus sendiri berkata, ‘Tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.’”
          “Itu prediksi yang aman untuk disebutkan,” ujar Langdon. “pengetahuan berkembang secara eksponensial. Semakin banyak yang kita ketahui, semakin besar kemampuan kita untuk belajar, dan semakin cepat kita mengembangkan dasar pengetahuan kita.”

* Mau tak mau Galloway tersenyum. Dia sudah mengantisipasi hasilnya. Walaupun masih belum tahu bagaimana perkembangan baru ini pada akhirnya akan membantu mereka memecahkan teka-teki piramida, dia menikmati peluang langka mengajari seorang simbolog Harvard sesuatu mengenai simbol.

* “Sampai abad ke-4,” jelas Langdon, “salib bukan simbol Kristen. Jauh sebelum itu, salib digunakan oleh orang-orang Mesir untuk merepresentasikan persimpangan antara dua dimensi – manusia dan surga. Seperti yang di atas, demikian juga yang bawah. Itu representasi visual persimpangan tempat manusia dan Tuhan menjadi satu.”

* Malam selalu paling gelap sebelum fajar.

* “Robert, suhu adalah katalisator alkimia mendasar, dan tidak selalu diukur dalam Fahrenheit dan Celsius. Ada skala suhu yang jauh lebih tua, salah satunya ditemukan oleh Isaac-“
          “Skala Newton,” ujar Langdon, menyadari bahwa Katherine benar.
          “Ya! Isaac Newton menemukan seluruh sistem pengukur suhu yang benar-benar berdasarkan pada fenomena alam. Suhu es meleleh merupakan titik dasar Newton, dan dia menyebutnya sebagai ‘derajat zeroth (nol)’.” Katherine terdiam. “Kurasa, kau bisa menebak derajat apa yang diberikannya untuk suhu air mendidih – raja dari semua proses alkimia?”
          “Tiga puluh tiga.”
          “Ya, tiga puluh tiga! Derajat ketiga puluh tiga. Pada skala Newton, suhu air mendidih adalah tiga puluh tiga derajat. Aku ingat pernah bertanya kepada kakakku mengapa Newton memilih angka itu. Maksudku, tampaknya begitu acak. Air mendidih adalah proses alkimia yang paling mendasar dan dia memilih tiga puluh tiga? Megapa bukan seratus? Mengapa bukan sesuatu yang lebih elegan? Peter menjelaskan bahwa bagi ahli mistik seperti Isaac Newton, tidak ada angka yang lebih elegan daripada tiga puluh tiga.”

* “Kau percaya sesuatu di sini akan bersinar ketika semakin panas?”
          “Bukan bersinar, Robert. Berpijar. Ada perbedaan besar, pijaran disebabkan oleh panas dan terjadi pada suhu yang spesifik. Misalnya, ketika para pembuat baja menempa balok-balok baja, mereka menyemprotkan pelapis transparan yang berpijar pada suhu sasaran spesifik, sehingga mereka tahu kapan balok-baloknya selesai dikerjakan. Ingat mood ring. Kenakan saja di jari tanganmu, dan cincin itu akan berubah warna akibat panas tubuh.”

* Sebagai perenang serius, Robert Langdon sering bertanya-tanya bagaimana rasanya tenggelam. Kini dia tahu, dirinya akan mengalaminya sendiri. Walaupun bisa menahan napas lebih lama daripada sebagian besar orang, dia sudah bisa merasakan paru-parunya bereaksi terhadap tidak adanya udara. Karbon dioksida berakumulasi di dalam darahnya, menimbulkan desakan untuk menarik napas secara insting. Jangan bernapas! Refleks untuk mulai bernapas semakin meningkat intensitasnya seiring berlalunya waktu. Langdon tahu, sebentar lagi dia akan mencapai apa yang disebut sebagai titik puncak penahanan napas – momen penting ketika seseorang tidak mampu lagi menahan napas secara sengaja.
          Buka tutupnya! Insting Langdon adalah menggedor-gedor dan melawan. Tapi dia tahu, sebaiknya tidak menyia-nyiakan oksigen yang berharga. Yang bisa dilakukannya hanyalah menata melalui kekaburan air di atasnya dan berharap. Dunia luar kini hanya berupa petak buram cahaya di atas jendela plexiglas. Otot-otot pusatnya sudah mulai terbakar, dan dia tahu hipoksia sedang berlangsung.

* Rahasianya tersembunyi... di dalam.
          Bahkan sekarang pun, tampaknya Misteri Kuno sedang mengejeknya. “Rahasianya tersembunyi di dalam” adalah ajaran inti misteri itu, mendesak umat manusia untuk tidak mencari Tuhan di dalam surga di atas sana... tapi di dalam diri mereka sendiri. Rahasianya tersembunyi di dalam. Itu pesan dari semua guru mistik besar.
          Kerajaan Allah ada di dalammu, kata Yesus Kristus.
          Kenali dirimu sendiri, kata Pythagoras.
          Tidak tahukah kau bahwa kau adalah Tuhan, kata Hermes Trismegistus.
          Daftarnya terus berlanjut.
          Semua ajaran mistis berabad-abad telah berupaya mengungkapkan gagasan yang satu ini. Rahasianya tersembunyi di dalam.

          Walaupun demikian, umat manusia terus memandang ke atas untuk mencari wajah Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar