Dan Brown: The
Lost Symbol
Moment - 1
Moment - 1
* Hidup di dunia tanpa menyadari
arti dunia ibarat berkunjung di perpustakaan besar tanpa menyentuh
buku-bukunya. The Secret Teachings of All Ages
* Perempuan itu tertawa. “Kaus
berleher tinggi yang anda kenakan kuno sekali. Anda akan tampak jauh lebih
cerdas dengan kemeja berdasi!”
Mustahil,
pikir Langdon. Dasi adalah tali gantungan mungil.
* Enam hari seminggu, ketika
belajar di Phillips Exeter Academy, Langdon harus memakai dasi. Walaupun ada
pernyataan romantis dari pemimpin akademi bahwa cravat (dasi) berasal
dari fasealla (syal pengikat leher) sutra yang dikenakan para orator
Romawi untuk menghangatkan pita suara, Langdon tahu bahwa secara etimologis cravat
sesungguhnya berasal dari sebutan untuk sekumpulan serdadu bayaran “Croat”
keji yang menyimpulkan saputangan di leher sebelum maju bertempur. Sampai
sekarang, pakaian peperangan kuno ini dikenakan oleh para prajurit perkantoran
modern yang berharap bisa mengintimidasi musuh-musuh mereka dalam peperangan
harian di ruang rapat.
* Jiwa manusia mendambakan
penguasaan atas cangkang jasmaniahnya.
* Berhati-hati selalu lebih baik.
* Intuisi manusia merupakan
detektor bahaya yang lebih akurat daripada semua perangkat elektronik di dunia
berkat ketakutan.
* Mal’akh tersenyum pada diri
sendiri. “Terkadang legenda yang bertahan selama berabad-abad... bertahan untuk
alasan tertentu.”
* Ketika eskalator berjalan naik,
Langdon menghela napas panjang dan mencoba menata pikiran. Dia mendongak,
memandang menembus langit-langit kaca yang berbintik-bintik hujan ke bentuk
raksasa Kubah Capitol yang benderang di atas kepalanya. Bangunan itu sangat
menakjubkan. Tinggi di atas atapnya, hampir seratus meter di udara, Statue
of Freedom (Patung Kebebasan) mengintip ke dalam kegelapan berkabut bagai
hantu penjaga. Langdon selalu menganggap ironis bahwa para pekerja yang
mengangkat setiap bagian patung perunggu setinggi enam meter itu ke tempat
bertenggernya adalah budak-budak – sebuah rahasia Capitol yang jarang masuk ke
silabus kelas-kelas sejarah di SMU.
* “Setiap musim semi, saya mengajar
mata kuliah yang disebut Simbol-Simbol Okultisme. Saya banyak membicarakan DC.
Kau harus mengambil mata kuliah itu.”
“Simbol-simbol
okultisme!” Mahasiswa baru itu tampak kembali bergairah. “Jadi memang ada
simbol-simbol iblis di DC!”
Langdon
tersenyum. “Maaf, tapi kata occult, walaupun memunculkan
gambaran-gambaran mengenai pemujaan iblis, sesungguhnya berarti ‘tersembunyi’
atau ‘tersamar’. Pada masa-masa penindasan agama, pengetahuan yang bertentangan
dengan doktrin harus terus disembunyikan atau ‘occult’, rahasia. Karena
gereja merasa terancam oleh semua ini, segala sesuatu yang ‘rahasia’ mereka
definisikan ulang sebagai jahat, dan prasangka itu terus bertahan.”
*
Langdon tersenyum pada semua wajah kebingungan itu. “Sobat-sobat, Mason
bukanlah perkumpulan rahasia... mereka adalah perkumpulan dengan banyak
rahasia.”
“Sama saja,” gumam
seseorang.
“Benarkah?” tantang
Langdon. “Apakah kalian menganggap Coca Cola perkumpulan rahasia?”
“Tentu saja tidak,” jawab
mahasiswa itu.
“Nah, bagaimana jika kau
mengetuk pintu kantor pusatnya dan meminta resep Classic Coke?”
“Mereka tidak akan pernah
memberitahumu.”
“Tepat sekali. Untuk
mengetahui rahasia terdalam Coca Cola, kau harus bergabung dengan perusahaan
itu, bekerja bertahun-tahun, membuktikan kalau kau bisa dipercaya, dan pada
akhirnya naik sampai ke eselon atas perusahaan. Di sana mereka mungkin akan
membagikan informasi itu kepadamu. Lalu kau akan disumpah untuk
merahasiakannya.”
* “Bagus. Kalau begitu, sebutkan
tiga prasyarat agar suatu ideologi bisa dianggap sebagai agama.”
“ABC,”
jawab seorang mahasiswi. “Assure (menjamin), Believe (mengimani),
Convert (mengimankan).”
* Langdon mengedipkan sebelah mata.
“Buka pandangan kalian, Sobat-sobat. Kita semua takut terhadap sesuatu yang
tidak kita pahami.”
*Selama berabad-abad, “orang-orang
terpandai” di dunia mengabaikan ilmu-ilmu pengetahuan kuno, mengolok-oloknya
sebagai takhayul bodoh, dan malah mempersenjatai diri dengan skeptisisme angkuh
dan teknologi-teknologi baru yang memukau – semua peranti yang hanya menuntun
mereka lebih jauh dari kebenaran. Terobosan-terobosan baru setiap generasi
terbukti keliru menurut teknologi generasi berikutnya dan itulah yang terus
berlangsung selama berabad-abad. Semakin banyak manusia belajar, semakin
banyak dia menyadari ketidaktahuannya.
* Pikiran lebih berkuasa daripada tubuh.
* Kita adalah tuan dari alam semesta kita sendiri.
* Dalam kata-kata Lynne Mc-Taggart: “Kesadaran hidup, entah mengapa,
merupakan pengaruh yang mengubah kemungkinan mengenai adanya sesuatu
menjadi sesuatu yang nyata. Bahan terpenting dalam menciptakan alam semesta
kita adalah kesadaran yang mengamatinya.”
* Kehendak adalah keahlian yang dipelajari. Seperti meditasi,
pemanfaatan kekuatan sejati “pikiran” memerlukan latihan. Yang lebih penting...
beberapa orang dilahirkan dengan kemampuan melebihi orang lain dalam hal ini.
* Orang-orang kuno memiliki kebijakan ilmiah yang mendalam. Ilmu
pengetahuan saat ini tidak bisa dibilang menciptakan “temuan-temuan”, tapi
lebih pada menciptakan “temuan-temuan ulang”. Tampaknya, umat manusia pernah
memahami hakekat alam semesta... tapi melepaskannya... dan melupakannya.
* Terkadang legenda yang bertahan selama berabad-abad... bertahan untuk
alasan tertentu.
“Tidak,”
ujar Katherine lantang. “Itu tidak mungkin nyata.”
Terkadang
legenda hanyalah legenda.
*Trish hendak mengucapkan kata mustahil,
tapi “kata-M” dilarang di sini. Katherine menganggapnya sebagai mind-set
berbahaya di bidang yang sering mengubah kebohongan yang sudah dirancang
sebelumnya menjadi kebenaran yang sudah dikonfirmasi.
* Trish sudah tahu kalau kata noetic
berasal dari kata Yunani kuno nous – yang diterjemahkan secara kasar
menjadi “pengetahuan dari dalam” atau “kesadaran intuitif”.
* Keesokan harinya, sebuah Volvo
putih berhenti di jalan masuk ke rumah Trish dan seorang perempuan ramping
menarik bercelana jins biru keluar dari dalamnya. Trish langsung merasa ciut. Hebat,
gerutunya. Pintar, cantik, dan kurus – dan aku harus percaya Tuhan adil?
* Pengetahuan adalah alat, dan
seperti semua alat lainnya, dampaknya berada di tangan pengguna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar