Sidney Sheldon :
Nothing Last’s Forever (Tiada yang Abadi)
*”Beri dia barium enema
dan foto saluran cerna atas, stat.”
Si resident senior membuat catatan.
Resident yang berdiri di
samping Paige berbisik ke telinganya, “Kau tahu, kan, apa artinya stat? ‘Shake That Ass, Tootsie.’”
Dr. Radnor mendengarnya. “Stat berasal dari
bahasa Latin, Statim. Artinya
‘segera’.”
*Satu pasien merupakan teka-teki bagi Paige. Sepertinya pasien
itu dalam keadaan sehat walafiat.
Setelah mereka
berpindah, Paige bertanya, “Apa masalah pasien ini, Dokter?”
Dr. Radnor
menghela napas. “Tak ada masalah sama sekali. Orang seperti dia dikenal sebagai
gomer. Dan bagi Anda yang sudah lupa
apa yang Anda pelajari di sekolah kedokteran, gomer adalah akronim dari ‘Get out of my emergency room’. Mereka
orang-orang yang menikmati keluhan
kesehatan. Itu hobi mereka. Tahun lalu dia berobat enam kali di sini.”
*Paige menghela napas. “Mereka pikir kita senang kalau
diperlakukan sebagai objek seks. Aku lebih suka diperlakukan sebagai dokter.”
“Tak sedikit
dari mereka yang tidak senang kita berada di sini. Mereka mau tidur dengan
kita, atau mau tidur dengan kita. Ini tidak adil. Wanita dianggap lebih rendah
sampai kita membuktikan diri, dan pria dianggap lebih tinggi sampai mereka
terbukti brengsek.”
*Tidak ada yang gratis dalam hidup. quid pro quo. (sesuatu untuk sesuatu)
*Tuhan sedang sibuk di tempat lain.
Sidney Sheldon : Memories
Of Midnight (Padang Bayang Kelabu)
*Ada teori yang mengatakan bahwa tak ada sesuatu pun di alam
ini yang hilang – bahwa setiap bunyi yang pernah dibuat, setiap kata yang
pernah diucap, masih ada di suatu tempat dalam lingkup jarak dan waktu, dan
pada suatu hari bisa dihadirkan kembali.
*Constantin Demiris telah mengatur dengan para pejabat
pemerintah untuk mengubur jenazah wanita itu di tanah pekuburan di Psara, pulau
pribadinya di Laut Aegea. Semua orang berkomentar betapa indah dan sentimentil
tindakan Demiris itu. Padahal Demiris mengatur tanah kubur itu di sana supaya
ia bisa memperoleh kesenangan luar biasa dengan menginjak-injak kubur jahanam
betina itu.
* “Kau harus hati-hati,” demikian selalu nasehatnya kepada
Melina. “Kau merupakan target bagi semua pemburu harta di dunia ini. Kau muda
dan kaya dan cantik, dan kau keturunan orang terkenal.”
“Bravo, kakakku sayang. Itu akan jadi
penghiburan besar bagiku, jika aku nanti sudah delapan puluh tahun dan mati
sebagai perawan tua.”
* Malam itu,
sebelum tidur, Melina berpikir tentang Demiris. Dia telah mendengar tentang
Demiris, tentu saja. Dia kaya, dia seorang duda, dan dia punya reputasi sebagai
pengusaha yang tanpa ampun dan play boy yang
tidak pernah jera. Untung aku tidak
terlibat dengan dia, pikir Melina.
Para dewa
tertawa.
*Pembicaraan telepon tadi telah membuat Tony Rozzoli tegang.
Ia rasanya ingin ke kamar kecil. Sialan
Pete Lucca! Di depan, di pojok Kolonaki Square, Rizzoli melihat tulisan: Apohoritirion, WC. Baik pria maupun
wanita berjalan lewati pintu masuk itu untuk menggunakan fasilitas yang sama. Dan orang Yunani menganggap dirinya
berbudaya, pikir Rizzoli. Menjijikkan.
*Inspektur Tinou duduk diam. Angkatan kepolisian Yunani tidak
senang dengan adanya campur tangan negara lain dalam urusan internnya.
Khususnya Amerika. Mereka selalu toosou,
begitu yakin bahwa dirinya benar.
* “Mr Rizzoli kita ini sangat ineh eksipnos.”
Walt Kelly
berkata dengan tidak sabar, “Saya tidak bisa bahasa Yunani.”
“Maaf, Letnan.
Artinya ia licin.”
*Misanthrope (Orang
yang tidak senang orang)
Mary Higgins Clark
: Let Me Call You Sweetheart (Izinkan Kumemanggilmu Kekasih)
* “Dia mengerikan. Dia lain. Dokter kita, Dr. Wilson, suka
bercanda. Tetapi Dr. Smith tak pernah tersenyum. Sikapnya seperti sedang marah
padaku. Dia bilang, ada orang yang dianugerahi kecantikan dan ada orang yang
harus berjuang untuk memperolehnya. Tetapi, mereka semua harus merawat
kecantikannya, tak peduli bagaimana cara memperolehnya.”
* Mata Palumbo menyiratkan rasa tertariknya. “Dengan senang
hati, Kerry. Kau memberiku kesempatan bagus. Aku senang kalau bisa melihat sang
Pemimpin kadang-kadang terpaksa duduk di kursi panas – untuk ganti suasana.”
* “Aku belum cerita kepada Kerry tentang kau. Tapi sekarang
aku ingin dia berkenalan denganmu, dan mendengar cerita darimu. Kalau kita
punya kesempatan untuk mengajukan permohonan banding yang baru dan diharapkan
itu akan sukses, semua kartu harus diletakkan terbuka di atas meja.”
* “Kau meninggalkan kantor kejaksaan untuk bekerja di kantor
pengacara itu? Apa kau gila? Semua klien mereka punya satu kaki di penjara. Dan
satu kaki lainnya seharusnya juga di penjara,” katanya.
Mereka
bertengkar seru. Akhirnya Kerry mengingatkan dengan kesal, “Ingat kataku, Bob.
Pepatah bilang, ‘Kalau kau tidur dengan anjing, kau akan kena kutu anjing’.”
* Perlakukan kawanmu seakan kelak dia akan jadi musuhmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar