Senin, 12 Januari 2015

Kutipan Novel 1

Sidney Sheldon : Nothing Last’s Forever (Tiada yang Abadi)

 
*”Beri dia barium enema dan foto saluran cerna atas, stat.”
          Si resident senior membuat catatan.
Resident yang berdiri di samping Paige berbisik ke telinganya, “Kau tahu, kan, apa artinya stat? ‘Shake That Ass, Tootsie.’”
Dr. Radnor mendengarnya. “Stat berasal dari bahasa Latin, Statim. Artinya ‘segera’.”

*Satu pasien merupakan teka-teki bagi Paige. Sepertinya pasien itu dalam keadaan sehat walafiat.
          Setelah mereka berpindah, Paige bertanya, “Apa masalah pasien ini, Dokter?”
          Dr. Radnor menghela napas. “Tak ada masalah sama sekali. Orang seperti dia dikenal sebagai gomer. Dan bagi Anda yang sudah lupa apa yang Anda pelajari di sekolah kedokteran, gomer adalah akronim dari ‘Get out of my emergency room’. Mereka orang-orang yang menikmati keluhan kesehatan. Itu hobi mereka. Tahun lalu dia berobat enam kali di sini.”

*Paige menghela napas. “Mereka pikir kita senang kalau diperlakukan sebagai objek seks. Aku lebih suka diperlakukan sebagai dokter.”
          “Tak sedikit dari mereka yang tidak senang kita berada di sini. Mereka mau tidur dengan kita, atau mau tidur dengan kita. Ini tidak adil. Wanita dianggap lebih rendah sampai kita membuktikan diri, dan pria dianggap lebih tinggi sampai mereka terbukti brengsek.”

*Tidak ada yang gratis dalam hidup. quid pro quo. (sesuatu untuk sesuatu)

*Tuhan sedang sibuk di tempat lain.

Sidney Sheldon : Memories Of Midnight (Padang Bayang Kelabu)

*Ada teori yang mengatakan bahwa tak ada sesuatu pun di alam ini yang hilang – bahwa setiap bunyi yang pernah dibuat, setiap kata yang pernah diucap, masih ada di suatu tempat dalam lingkup jarak dan waktu, dan pada suatu hari bisa dihadirkan kembali.

*Constantin Demiris telah mengatur dengan para pejabat pemerintah untuk mengubur jenazah wanita itu di tanah pekuburan di Psara, pulau pribadinya di Laut Aegea. Semua orang berkomentar betapa indah dan sentimentil tindakan Demiris itu. Padahal Demiris mengatur tanah kubur itu di sana supaya ia bisa memperoleh kesenangan luar biasa dengan menginjak-injak kubur jahanam betina itu.

* “Kau harus hati-hati,” demikian selalu nasehatnya kepada Melina. “Kau merupakan target bagi semua pemburu harta di dunia ini. Kau muda dan kaya dan cantik, dan kau keturunan orang terkenal.”
          Bravo, kakakku sayang. Itu akan jadi penghiburan besar bagiku, jika aku nanti sudah delapan puluh tahun dan mati sebagai perawan tua.”

*        Malam itu, sebelum tidur, Melina berpikir tentang Demiris. Dia telah mendengar tentang Demiris, tentu saja. Dia kaya, dia seorang duda, dan dia punya reputasi sebagai pengusaha yang tanpa ampun dan play boy yang tidak pernah jera. Untung aku tidak terlibat dengan dia, pikir Melina.
          Para dewa tertawa.

*Pembicaraan telepon tadi telah membuat Tony Rozzoli tegang. Ia rasanya ingin ke kamar kecil. Sialan Pete Lucca! Di depan, di pojok Kolonaki Square, Rizzoli melihat tulisan: Apohoritirion, WC. Baik pria maupun wanita berjalan lewati pintu masuk itu untuk menggunakan fasilitas yang sama. Dan orang Yunani menganggap dirinya berbudaya, pikir Rizzoli. Menjijikkan.

*Inspektur Tinou duduk diam. Angkatan kepolisian Yunani tidak senang dengan adanya campur tangan negara lain dalam urusan internnya. Khususnya Amerika. Mereka selalu toosou, begitu yakin bahwa dirinya benar.

* “Mr Rizzoli kita ini sangat ineh eksipnos.”
          Walt Kelly berkata dengan tidak sabar, “Saya tidak bisa bahasa Yunani.”
          “Maaf, Letnan. Artinya ia licin.”

*Misanthrope (Orang yang tidak senang orang)

Mary Higgins Clark : Let Me Call You Sweetheart (Izinkan Kumemanggilmu Kekasih)

* “Dia mengerikan. Dia lain. Dokter kita, Dr. Wilson, suka bercanda. Tetapi Dr. Smith tak pernah tersenyum. Sikapnya seperti sedang marah padaku. Dia bilang, ada orang yang dianugerahi kecantikan dan ada orang yang harus berjuang untuk memperolehnya. Tetapi, mereka semua harus merawat kecantikannya, tak peduli bagaimana cara memperolehnya.”

* Mata Palumbo menyiratkan rasa tertariknya. “Dengan senang hati, Kerry. Kau memberiku kesempatan bagus. Aku senang kalau bisa melihat sang Pemimpin kadang-kadang terpaksa duduk di kursi panas – untuk ganti suasana.”

* “Aku belum cerita kepada Kerry tentang kau. Tapi sekarang aku ingin dia berkenalan denganmu, dan mendengar cerita darimu. Kalau kita punya kesempatan untuk mengajukan permohonan banding yang baru dan diharapkan itu akan sukses, semua kartu harus diletakkan terbuka di atas meja.”

* “Kau meninggalkan kantor kejaksaan untuk bekerja di kantor pengacara itu? Apa kau gila? Semua klien mereka punya satu kaki di penjara. Dan satu kaki lainnya seharusnya juga di penjara,” katanya.
          Mereka bertengkar seru. Akhirnya Kerry mengingatkan dengan kesal, “Ingat kataku, Bob. Pepatah bilang, ‘Kalau kau tidur dengan anjing, kau akan kena kutu anjing’.”

* Perlakukan kawanmu seakan kelak dia akan jadi musuhmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar