Paulo Coelho : The Alchemist (Sang Alkemis)
* "Aku menangisi Narcissus,
tapi tak pernah kuperhatikan bahwa Narcissus itu indah. Aku menangis karena,
setiap ia berlutut di dekat tepianku, aku bisa melihat, di kedalaman matanya,
pantulan keindahanku sendiri."
* Bila seseorang bertemu dengan
orang yang sama setiap hari, seperti yang terjadi padanya di seminari, mereka
berubah menjadi bagian dari kehidupan orang tadi. Kemudian mereka ingin orang
itu berubah. Jika seseorang tidak seperti yang dikehendaki, yang lainnya marah.
Setiap orang rupa-rupanya punya ide yang jelas tentang bagaimana orang lain
seharusnya menjalani hidup mereka, tapi tak satu pun mengenai kehidupannya
sendiri.
* Bahwa pada saat tertentu dalam
hidup kita, kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi pada diri kita, dan
hidup kita lalu dikendalikan oleh nasib. Itulah dusta terbesar di dunia.
* Legenda Pribadi adalah apa yang
selalu ingin kita tunaikan. Setiap orang, saat mereka belia, tahu apa Legenda
Pribadi mereka.
"Pada titik
kehidupan mereka itulah semuanya jelas dan segalanya mungkin terjadi. Mereka
tidak takut untuk bermimpi, dan mendambakan segala yang mereka inginkan
terwujud dalam hidup mereka. Tapi, dengan berlalunya waktu, suatu daya
misterius mulai meyakinkan mereka bahwa mustahillah bagi mereka untuk
mewujudkan Legenda Pribadi mereka."
* "Dan, saat kamu menginginkan
sesuatu, segenap alam semesta bersatu untuk membantumu meraihnya."
* "Lama kelamaan, apa yang
orang pikirkan tentang gembala dan tukang roti menjadi lebih penting bagi
mereka daripada Legenda Pribadi mereka sendiri."
* 'Kamu tidak dapat mempercayai
orang kalau kamu tidak tahu rumahnya.'
* 'Rahasia kebahagiaan adalah
melihat semua keindahan dunia, dan tak pernah melupakan tetesan minyak di
sendok.'
* Aku memandang dunia menurut apa
yang ingin kulihat terjadi, bukan apa yang sesungguhnya terjadi.
* Pastilah ada bahasa yang tak
tergantung pada kata-kata
* Rahmat yang diabaikan akan
menjadi kutuk
* Membuat keputusan hanyalah
permulaan. Bila seseorang membuat keputusan, sebenarnya dia menyelam ke dalam
arus kuat yang akan membawanya ke tempat-tempat yang tak pernah dia impikan
saat pertama kali membuat keputusan itu.
* "Kita tidak tahu kapan
perang akan berakhir, jadi kita tidak dapat meneruskan perjalanan,"
katanya. "Pertempuran ini mungkin masih lama, barangkali tahunan. Kedua
pihak sama-sama kuat, dan pertempuran ini penting bagi pasukan perang keduanya.
Ini bukan pertarungan antara baik melawan jahat. Ini perang antara kekuatan-kekuatan
yang bertarung untuk mencapai keseimbangan kekuasaan, dan bila perang seperti
ini mulai, selesainya lebih lama dari perang-perang yang lain -- karena Allah
berada di kedua pihak."
* Penunggang onta menanyakan, dalam
keadaan seperti apa Tuhan akan mengizinkannya melihat masa depan.
"Hanya saat
Dia, Dia sendiri, mengungkapkannya. Dan Tuhan jarang sekali mengungkap masa
depan. Kalaupun Dia melakukannya, hanya untuk satu alasan: itu adalah sebuah
masa depan yang telah ditulis seperti itu untuk diubah."
* "Mengapakah kita harus
mendengarkan hati kita?"
"Karena di
manapun hatimu berada, di situlah akan kau temukan hartamu."
* "Mengapa hati orang-orang
tidak mengatakan pada mereka supaya terus mengikuti mimpi-mimpi mereka?"
tanya si bocah kepada sang alkemis.
"Karena
itulah yang paling membuat hati menderita, dan hati tidak suka menderita."
* Masa tergelap di malam hari
adalah saat menjelang fajar
* "Bila kau memiliki harta
yang sangat benilai di dalam dirimu, dan mencoba untuk memberitahu orang lain
tentang hal itu, jarang ada yang percaya."
* "Kau serahkan semua milikku!"
kata si bocah. "Semua yang kutabung seumur hidupku!"
"Ya, apa
gunanya semua itu bagimu kalau kau harus mati?" jawab sang alkemis.
"Uangmu
menyelamatkan kita selama tiga hari. Jarang uang menyelamatkan hidup orang."
* Hanya ada satu hal yang membuat
mimpi tak mungkin diraih: perasaan takut gagal.
* "Tapi bayaran ini terlalu
besar untuk kemurahanku," ucap sang biarawan.
"Jangan
lagi itu diucapkan. Kehidupan mungkin sedang mendengarkan, dan memberimu lebih
sedikit di lain kesempatan."
* Ada orang yang bilang, 'Semua
yang terjadi satu kali tidak akan terjadi lagi. Tapi semua yang terjadi dua
kali pasti akan terjadi untuk ketiga kali."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar