Selasa, 04 Agustus 2015

Kutipan Novel 5

Paulo Coelho : The Alchemist (Sang Alkemis)

* "Aku menangisi Narcissus, tapi tak pernah kuperhatikan bahwa Narcissus itu indah. Aku menangis karena, setiap ia berlutut di dekat tepianku, aku bisa melihat, di kedalaman matanya, pantulan keindahanku sendiri."

* Bila seseorang bertemu dengan orang yang sama setiap hari, seperti yang terjadi padanya di seminari, mereka berubah menjadi bagian dari kehidupan orang tadi. Kemudian mereka ingin orang itu berubah. Jika seseorang tidak seperti yang dikehendaki, yang lainnya marah. Setiap orang rupa-rupanya punya ide yang jelas tentang bagaimana orang lain seharusnya menjalani hidup mereka, tapi tak satu pun mengenai kehidupannya sendiri.

* Bahwa pada saat tertentu dalam hidup kita, kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi pada diri kita, dan hidup kita lalu dikendalikan oleh nasib. Itulah dusta terbesar di dunia.

* Legenda Pribadi adalah apa yang selalu ingin kita tunaikan. Setiap orang, saat mereka belia, tahu apa Legenda Pribadi mereka.
"Pada titik kehidupan mereka itulah semuanya jelas dan segalanya mungkin terjadi. Mereka tidak takut untuk bermimpi, dan mendambakan segala yang mereka inginkan terwujud dalam hidup mereka. Tapi, dengan berlalunya waktu, suatu daya misterius mulai meyakinkan mereka bahwa mustahillah bagi mereka untuk mewujudkan Legenda Pribadi mereka."

* "Dan, saat kamu menginginkan sesuatu, segenap alam semesta bersatu untuk membantumu meraihnya."

* "Lama kelamaan, apa yang orang pikirkan tentang gembala dan tukang roti menjadi lebih penting bagi mereka daripada Legenda Pribadi mereka sendiri."

* 'Kamu tidak dapat mempercayai orang kalau kamu tidak tahu rumahnya.'

* 'Rahasia kebahagiaan adalah melihat semua keindahan dunia, dan tak pernah melupakan tetesan minyak di sendok.'

* Aku memandang dunia menurut apa yang ingin kulihat terjadi, bukan apa yang sesungguhnya terjadi.

* Pastilah ada bahasa yang tak tergantung pada kata-kata

* Rahmat yang diabaikan akan menjadi kutuk

* Membuat keputusan hanyalah permulaan. Bila seseorang membuat keputusan, sebenarnya dia menyelam ke dalam arus kuat yang akan membawanya ke tempat-tempat yang tak pernah dia impikan saat pertama kali membuat keputusan itu.

* "Kita tidak tahu kapan perang akan berakhir, jadi kita tidak dapat meneruskan perjalanan," katanya. "Pertempuran ini mungkin masih lama, barangkali tahunan. Kedua pihak sama-sama kuat, dan pertempuran ini penting bagi pasukan perang keduanya. Ini bukan pertarungan antara baik melawan jahat. Ini perang antara kekuatan-kekuatan yang bertarung untuk mencapai keseimbangan kekuasaan, dan bila perang seperti ini mulai, selesainya lebih lama dari perang-perang yang lain -- karena Allah berada di kedua pihak."

* Penunggang onta menanyakan, dalam keadaan seperti apa Tuhan akan mengizinkannya melihat masa depan.
"Hanya saat Dia, Dia sendiri, mengungkapkannya. Dan Tuhan jarang sekali mengungkap masa depan. Kalaupun Dia melakukannya, hanya untuk satu alasan: itu adalah sebuah masa depan yang telah ditulis seperti itu untuk diubah."

* "Mengapakah kita harus mendengarkan hati kita?"
"Karena di manapun hatimu berada, di situlah akan kau temukan hartamu."

* "Mengapa hati orang-orang tidak mengatakan pada mereka supaya terus mengikuti mimpi-mimpi mereka?" tanya si bocah kepada sang alkemis.
"Karena itulah yang paling membuat hati menderita, dan hati tidak suka menderita."

* Masa tergelap di malam hari adalah saat menjelang fajar

* "Bila kau memiliki harta yang sangat benilai di dalam dirimu, dan mencoba untuk memberitahu orang lain tentang hal itu, jarang ada yang percaya."

* "Kau serahkan semua milikku!" kata si bocah. "Semua yang kutabung seumur hidupku!"
"Ya, apa gunanya semua itu bagimu kalau kau harus mati?" jawab sang alkemis.
"Uangmu menyelamatkan kita selama tiga hari. Jarang uang menyelamatkan hidup orang."

* Hanya ada satu hal yang membuat mimpi tak mungkin diraih: perasaan takut gagal.

* "Tapi bayaran ini terlalu besar untuk kemurahanku," ucap sang biarawan.
"Jangan lagi itu diucapkan. Kehidupan mungkin sedang mendengarkan, dan memberimu lebih sedikit di lain kesempatan."


* Ada orang yang bilang, 'Semua yang terjadi satu kali tidak akan terjadi lagi. Tapi semua yang terjadi dua kali pasti akan terjadi untuk ketiga kali."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar